Got screwed by a guy or a girl?
Come on! I know you could do something better than just to sit there and cry yourself to sleep! :)
Take a look in the mirror!
You will see someone with a real talent, beautiful, deserves someone better, is in there. YEAH. That is you.
So, why do you even have to think twice? Go out, sign up to various activities out there! Could be Salsa/Painting/Cooking/Karate or..any other class. You name it.
Time will not wait for you to feel better or feel greatly relief. It flies. Unfortunately, you will never get it back once it flies. So, chop chop, stop crying! and start making new plans for your life.
Be grateful for who you are right now, coz many people out there are much more unfortunate than you are.
Have you read todays news? Those children who are living under the poverty line, those girls who got raped by their own father and many more terrible things (which I believe you would regret for feeling doom & gloom just because someone cheated on you and such).
I wish you the best.
Have a perfect day! :)
Bisous,
LpW
There are days where you dont want to talk, but write..
Mainly written in two lingos (Bahasa & English).
Ps. my apologies if there is any spelling or grammatical error.
Tuesday, May 25, 2010
Sunday, May 23, 2010
Yum or Yuck?
Layaknya baju berwarna merah. Jika satu lemari diisi dengan baju merah, efek yang gue temukan adalah bosan dan mau marah. Walaupun pada kenyataannya gue adalah penggemar warna merah.
Lain halnya dengan adanya warna putih yang menambahkan efek bersih, ketenangan, itu yang selalu gue dapatkan dari warna putih. Atau hijau, yang sangat menyejukkan mata, membuat amarah menjadi redup.
Perbedaan warna sukses membuat lemari gue jadi tidak biasa. Jadi meriah. Dan membuat hati menjadi sumringah!
Tapi kenapa, perbedaan lain di luar lemari, menjadi hal yang kadang hiperbolisnya membuat kepala menjadi hampir pecah bahkan airmata pun ikut berkontribusi merasakan pedihnya efek yang ditimbulkan.
Perbedaan warna rambut misalnya, beruntunglah para pemilik warna rambut yang tidak gelap (baca: hitam, agak hitam dan hampir hitam). Terkadang orang-orang tertentu masih menganggap mereka lebih superior di satu, dua, bahkan banyak bidang. Bahkan sampai ada orang ekstrim yang bilang “gue nggak suka ada orang berambut gelap kerja di tempat gue, no matter what!.”
(Oh please, hare geneee, is it still necessary to be so dumb to judge people just by their “colours”? NO!)
Hingga kadang orang-orang berambut gelap pun harus “meringkuk di bawah selimut” tanpa punya kesempatan untuk menampilkan kebolehan mereka.
Begitu pula dampak perbedaan yang sampai-sampai harus berkontribusi sebagai alasan berakhirnya kisah kasih 2 orang yang pernah saling menyayangi –unconditionally.
Beda prinsip, kasta, adat, suku, pekerjaan, pendidikan, dan sebagainya, menurut gue sangatlah memprihatinkan kalau sampai menjadi alasan utamanya. Karena sudah seharusnya di jaman “buzz!, ping!, nudge!” seperti sekarang ini hal seperti itu tidaklah menjadi alasan berakhirnya kisah kasih melainkan membuatnya menjadi lebih berwarna –seperti lemari baju gue.
Apa yang sudah gue lakukan buat perbedaan yang ada?
Yang sudah mulai gue lakukan adalah yang tergampang menurut gue (seperti urutan dalam mengerjakan soal ujian).
Menerima dan memahami.
Menerima lalu paham akan kenyataan bahwa semua hal, semua sifat, semua sikap dari orang lain, tidak 100% sama dengan yang ada di diri gue. (Thank God! :p ) –otherwise, orang-orang bakalan capek kupingnya dengerin ada orang ngomong susah stopnya.
Jikalau ada orang-orang dalam hidup lo yang super nggak tau diri, sampai-sampai elo mikir “salah apa ya gue dulu, di kehidupan sebelumnya, kok sampe kayak gini karmanya?” atau hypothetically, kalau elo ngerasa cocok, sayang, sama seseorang tapi terus berfikir “tapi dia itu bukan tipe gue banget, gue sukanya yang pendiem, tapi ni orang malah super pecicilan, she/he is a big NO NO” elo nggak sendirian dan gue rasa itu bukan alasan untuk mengakhiri harapan dan membenci perbedaan.
Kalau hari ini, ketemu 1 orang yang nggak tau diri, anggap aja itu investasi buat ketemu 1000 yang menyenangkan di hari esok. Kalau elo ketemu seseorang yang katanya “bukan tipe gue banget” please be honest, at least to yourself tentang apa yang lo rasa. Jalanin aja dulu, coba dulu, jangan nyerah dulu.
Karena nggak akan ada yang tau rasa mangga itu manis atau asam kalau cuma diliatin dan berasumsi sendiri, tanpa dikupas-potong-makan (yum? or yuck?).
Have a Perfect day!
Bisous,
LpW
Lain halnya dengan adanya warna putih yang menambahkan efek bersih, ketenangan, itu yang selalu gue dapatkan dari warna putih. Atau hijau, yang sangat menyejukkan mata, membuat amarah menjadi redup.
Perbedaan warna sukses membuat lemari gue jadi tidak biasa. Jadi meriah. Dan membuat hati menjadi sumringah!
Tapi kenapa, perbedaan lain di luar lemari, menjadi hal yang kadang hiperbolisnya membuat kepala menjadi hampir pecah bahkan airmata pun ikut berkontribusi merasakan pedihnya efek yang ditimbulkan.
Perbedaan warna rambut misalnya, beruntunglah para pemilik warna rambut yang tidak gelap (baca: hitam, agak hitam dan hampir hitam). Terkadang orang-orang tertentu masih menganggap mereka lebih superior di satu, dua, bahkan banyak bidang. Bahkan sampai ada orang ekstrim yang bilang “gue nggak suka ada orang berambut gelap kerja di tempat gue, no matter what!.”
(Oh please, hare geneee, is it still necessary to be so dumb to judge people just by their “colours”? NO!)
Hingga kadang orang-orang berambut gelap pun harus “meringkuk di bawah selimut” tanpa punya kesempatan untuk menampilkan kebolehan mereka.
Begitu pula dampak perbedaan yang sampai-sampai harus berkontribusi sebagai alasan berakhirnya kisah kasih 2 orang yang pernah saling menyayangi –unconditionally.
Beda prinsip, kasta, adat, suku, pekerjaan, pendidikan, dan sebagainya, menurut gue sangatlah memprihatinkan kalau sampai menjadi alasan utamanya. Karena sudah seharusnya di jaman “buzz!, ping!, nudge!” seperti sekarang ini hal seperti itu tidaklah menjadi alasan berakhirnya kisah kasih melainkan membuatnya menjadi lebih berwarna –seperti lemari baju gue.
Apa yang sudah gue lakukan buat perbedaan yang ada?
Yang sudah mulai gue lakukan adalah yang tergampang menurut gue (seperti urutan dalam mengerjakan soal ujian).
Menerima dan memahami.
Menerima lalu paham akan kenyataan bahwa semua hal, semua sifat, semua sikap dari orang lain, tidak 100% sama dengan yang ada di diri gue. (Thank God! :p ) –otherwise, orang-orang bakalan capek kupingnya dengerin ada orang ngomong susah stopnya.
Jikalau ada orang-orang dalam hidup lo yang super nggak tau diri, sampai-sampai elo mikir “salah apa ya gue dulu, di kehidupan sebelumnya, kok sampe kayak gini karmanya?” atau hypothetically, kalau elo ngerasa cocok, sayang, sama seseorang tapi terus berfikir “tapi dia itu bukan tipe gue banget, gue sukanya yang pendiem, tapi ni orang malah super pecicilan, she/he is a big NO NO” elo nggak sendirian dan gue rasa itu bukan alasan untuk mengakhiri harapan dan membenci perbedaan.
Kalau hari ini, ketemu 1 orang yang nggak tau diri, anggap aja itu investasi buat ketemu 1000 yang menyenangkan di hari esok. Kalau elo ketemu seseorang yang katanya “bukan tipe gue banget” please be honest, at least to yourself tentang apa yang lo rasa. Jalanin aja dulu, coba dulu, jangan nyerah dulu.
Karena nggak akan ada yang tau rasa mangga itu manis atau asam kalau cuma diliatin dan berasumsi sendiri, tanpa dikupas-potong-makan (yum? or yuck?).
Have a Perfect day!
Bisous,
LpW
Apakah Selingkuh Itu Indah?
Mendengar kata selingkuh. Apa sih yang ada di pikiran anda?
Saya mulai dengan diri saya sendiri. Saat mendengar kata 'selingkuh' saya langsung berfikir adanya perbuatan yang berhubungan dengan "kriminalitas". Walaupun, bukan masuk ke dalam kategori pidana atau perdata. Namun perbuatan ini menyimpang dari "hukum" yang tidak tertulis. Yang hubungannya dengan hati dan perasaan orang lain.
Ada yang berpendapat bahwa orang yang selingkuh itu "nggak gentle -karena dia ngga bisa decide, mau yang mana, siapa, dll."
Kata lainnya selingkuh itu serakah. Mau semua.
Pendapat lainnya "selingkuh itu salah. satu aja nggak habis, masa sih mau dua?"
Sayangnya selingkuh itu memakan korban, yang kadang korban selingkuh itu tidak hanya 1 orang, bisa sampai 2, bahkan 3. Misalnya, teman-teman si korban pun biasanya akan merasakan penderitaan sahabatnya.
Dampak dari selingkuh juga macam-macam.
Dari pihak pelaku misalnya. Selingkuh bisa berdampak ketagihan. Sehingga dalam berpacaran bahkan menikah nanti tidak cukup hanya dengan 1 orang pasangan saja. Mudah-mudahan para pelaku cepat sadar, sebelum terkena akibat yang tidak diinginkan -karma, salah satu contohnya.
Dari pihak korban, bisa berdampak, trauma bahkan anti sosial selama beberapa minggu, bulan, mungkin juga tahun. Korban biasanya lebih suka menyendiri, dan nggak mudah percaya sama orang yang mencoba untuk memberikan perhatian lebih. Kata-kata yang selalu ada dalam pikirannya "ini orang kl gue jadiin cewe/cowo gue bakalan nyelingkuhin gue juga ngga ya?! Ahh. Males ah nanti gue diselingkuhin lagi!"
Dampak lainnya, korban menjadi seorang yang pendendam "dulu gue kan diselingkuhin, sekarang giliran gue donk yang selingkuhin pasangan baru gue. Emangnya mantan gue aja yang bisa selingkuh!"
(Ekstrim)
Dampak baikpun ada.
Korban selingkuh yang baik, mungkin akan berfikir dan introspeksi diri "dulu kayaknya gue sering nyuekin dia deh, sering ngga perhatian ke dia, dll. Yah makanya dia jadi selingkuh gitu, salah gue juga."
Lalu berniat "kalau gue punya pasangan baru nanti, gue mau bener-bener belajar dari hal pahit yang udah menimpa gue. Nggak akan gue selingkuh, gue bakalan sayangin dia bener-bener, cukup gue aja yang ngerasain pahit dan sialnya diselingkuhin orang."
Kalau ada yang bilang "selingkuh kan nggak apa-apa sebelum nikah" well, setiap orang bebas berpendapat. Dalam hal ini saya pun nggak akan berperan sebagai hakim yang memutuskan bahwa selingkuh itu "boleh/nggak boleh/agak boleh/nyoba doank sih nggak apa-apa kali ya mumpung masih muda, dll."
Cuma yang jelas "What goes around comes around, what goes up must come down".
Jadi buat yang masih suka selingkuh, selingkuhlah, dengan catatan, kalau suatu hari diselingkuhin sama pasangan yang benar-benar disayang. No hurt feeling, ok ;).
Coz you might be just experiencing what you really should get.
What people call "karma".
Nah, apakah selingkuh itu indah?
Jawabannya terserah anda. Bebas berpendapat, bebas bertindak.
Asalkan jangan lupa setiap sebab, ada akibatnya :)
Have a perfect day! :)
xxo, lpw
(This note was inspired by a question from ADW)

::Image is taken from Google::
Saya mulai dengan diri saya sendiri. Saat mendengar kata 'selingkuh' saya langsung berfikir adanya perbuatan yang berhubungan dengan "kriminalitas". Walaupun, bukan masuk ke dalam kategori pidana atau perdata. Namun perbuatan ini menyimpang dari "hukum" yang tidak tertulis. Yang hubungannya dengan hati dan perasaan orang lain.
Ada yang berpendapat bahwa orang yang selingkuh itu "nggak gentle -karena dia ngga bisa decide, mau yang mana, siapa, dll."
Kata lainnya selingkuh itu serakah. Mau semua.
Pendapat lainnya "selingkuh itu salah. satu aja nggak habis, masa sih mau dua?"
Sayangnya selingkuh itu memakan korban, yang kadang korban selingkuh itu tidak hanya 1 orang, bisa sampai 2, bahkan 3. Misalnya, teman-teman si korban pun biasanya akan merasakan penderitaan sahabatnya.
Dampak dari selingkuh juga macam-macam.
Dari pihak pelaku misalnya. Selingkuh bisa berdampak ketagihan. Sehingga dalam berpacaran bahkan menikah nanti tidak cukup hanya dengan 1 orang pasangan saja. Mudah-mudahan para pelaku cepat sadar, sebelum terkena akibat yang tidak diinginkan -karma, salah satu contohnya.
Dari pihak korban, bisa berdampak, trauma bahkan anti sosial selama beberapa minggu, bulan, mungkin juga tahun. Korban biasanya lebih suka menyendiri, dan nggak mudah percaya sama orang yang mencoba untuk memberikan perhatian lebih. Kata-kata yang selalu ada dalam pikirannya "ini orang kl gue jadiin cewe/cowo gue bakalan nyelingkuhin gue juga ngga ya?! Ahh. Males ah nanti gue diselingkuhin lagi!"
Dampak lainnya, korban menjadi seorang yang pendendam "dulu gue kan diselingkuhin, sekarang giliran gue donk yang selingkuhin pasangan baru gue. Emangnya mantan gue aja yang bisa selingkuh!"
(Ekstrim)
Dampak baikpun ada.
Korban selingkuh yang baik, mungkin akan berfikir dan introspeksi diri "dulu kayaknya gue sering nyuekin dia deh, sering ngga perhatian ke dia, dll. Yah makanya dia jadi selingkuh gitu, salah gue juga."
Lalu berniat "kalau gue punya pasangan baru nanti, gue mau bener-bener belajar dari hal pahit yang udah menimpa gue. Nggak akan gue selingkuh, gue bakalan sayangin dia bener-bener, cukup gue aja yang ngerasain pahit dan sialnya diselingkuhin orang."
Kalau ada yang bilang "selingkuh kan nggak apa-apa sebelum nikah" well, setiap orang bebas berpendapat. Dalam hal ini saya pun nggak akan berperan sebagai hakim yang memutuskan bahwa selingkuh itu "boleh/nggak boleh/agak boleh/nyoba doank sih nggak apa-apa kali ya mumpung masih muda, dll."
Cuma yang jelas "What goes around comes around, what goes up must come down".
Jadi buat yang masih suka selingkuh, selingkuhlah, dengan catatan, kalau suatu hari diselingkuhin sama pasangan yang benar-benar disayang. No hurt feeling, ok ;).
Coz you might be just experiencing what you really should get.
What people call "karma".
Nah, apakah selingkuh itu indah?
Jawabannya terserah anda. Bebas berpendapat, bebas bertindak.
Asalkan jangan lupa setiap sebab, ada akibatnya :)
Have a perfect day! :)
xxo, lpw
(This note was inspired by a question from ADW)

::Image is taken from Google::
Midnight Fever
I know that you aren't a superman.
I know that you aren't listed in the "100 hottest males in the world".
I know that you aren't one of those multi-billionaires on the magazines' reviews.
I know that you aren't the guy with a scruffy-look.
I know that I don't know many things about you.
I know that you aren't the perfect prince in the dreams I have had.
I know that maybe you don't feel the same thing as I do.
But
I know that I wanna know more about you.
And
I know that I care & need you.
♡
LpW
Someone inspired me to write this. I still remember how his *very shocked* expression was when I told him that this was (actually) for him . haha! Let it be a story of 2009.
I'll zip my mouth for that. Hey you, please do the same thing. And for some of you who (maybe) know or pretend to. Let's *chuckle* together. :p
xx Putri
I know that you aren't listed in the "100 hottest males in the world".
I know that you aren't one of those multi-billionaires on the magazines' reviews.
I know that you aren't the guy with a scruffy-look.
I know that I don't know many things about you.
I know that you aren't the perfect prince in the dreams I have had.
I know that maybe you don't feel the same thing as I do.
But
I know that I wanna know more about you.
And
I know that I care & need you.
♡
LpW
Someone inspired me to write this. I still remember how his *very shocked* expression was when I told him that this was (actually) for him . haha! Let it be a story of 2009.
I'll zip my mouth for that. Hey you, please do the same thing. And for some of you who (maybe) know or pretend to. Let's *chuckle* together. :p
xx Putri
Batupun Terkikis
Kegigihan.
Kesungguhan.
Kesabaran.
3 kata itu yang mungkin bisa merubah hal yang bersifat pasif menjadi lebih aktif.
Gigih akan suatu hal. Tidak mudah goyah meskipun "everybody's changing" kalau katanya Keane. Meskipun hari, bulan bahkan tahun pun berganti. Gigih berusaha memberikan bukti kongkrit bukan cuma janji-janji tanpa bukti.
Sungguh-sungguh mengakui kesalahan, mengorbankan yang namanya gengsi, martabat dan hal-hal yang menyangkut "harga diri". Contoh simple: berani bilang "I'm truly sorry for what I did.." Keliatannya singkat dan gampang, cuma pada prakteknya, ngga segampang bacanya. :)
Sabar menerima setiap perlakuan. Emosi, amarah, penolakan dan lain lain.
Tidak sia-sia memang menginvestasikan 3kata di atas kedalam diri, karena somehow, batupun akhirnya terkikis.
Have a perfect day! :)
♡
Lpw
Kesungguhan.
Kesabaran.
3 kata itu yang mungkin bisa merubah hal yang bersifat pasif menjadi lebih aktif.
Gigih akan suatu hal. Tidak mudah goyah meskipun "everybody's changing" kalau katanya Keane. Meskipun hari, bulan bahkan tahun pun berganti. Gigih berusaha memberikan bukti kongkrit bukan cuma janji-janji tanpa bukti.
Sungguh-sungguh mengakui kesalahan, mengorbankan yang namanya gengsi, martabat dan hal-hal yang menyangkut "harga diri". Contoh simple: berani bilang "I'm truly sorry for what I did.." Keliatannya singkat dan gampang, cuma pada prakteknya, ngga segampang bacanya. :)
Sabar menerima setiap perlakuan. Emosi, amarah, penolakan dan lain lain.
Tidak sia-sia memang menginvestasikan 3kata di atas kedalam diri, karena somehow, batupun akhirnya terkikis.
Have a perfect day! :)
♡
Lpw
Subscribe to:
Posts (Atom)